Aku, Dia, dan Kampus Negeri ku

Sudah 6 tahun tak bertemu, kini aku dan dia bertemu kembali. Tak 100% aku mengingat kejadian 3 Tahun yang lalu. Seandainya aku mencoreh tulisan di selembar kertas untuk pertama kalinya, mungkin tiap malam aku membaca tulisan itu sambil mengenang bahwa aku ternyata tidak pernah sendiri.

Di malam hari, di suatu perkumpulan mungkin itu awalnya aku bertemu kembali dengan dia. Dia adalah teman SD ku, tak ada yang spesial hanya saja dia mempunyai kharisma tersendiri, dan lebih dewasa dari yang lainnya. Aku sedang mengingat, kejadian 3 tahun yang lalu, di malam itu, sedang berkumpul di salah satu rumah teman cewe ku, sedang membahas tentang kemana kita akan pergi jalan jalan.

Sepulang dari bermain, aku mendapatkan sms dari seseorang, nomor tak dikenal. Kau tau, siapa yang mengirim sms itu ?? Ternyata dia. Dia mendapatkan nomor ku dari salah satu teman ku, yang ku ingat, sms itu berisi tentang sebuah lelucon, mengejek ku karena dia tau aku pernah menyukai teman satu sekolahnya. Padahal itu adalah cerita lama, namun cerita itu datang kembali.
Aku bertemu kembali saat kita sudah lulus SMA/SMK. Ternyata pertemuan itu membuat aku dan dia berteman dekat kurang lebih 1 tahun lamanya.

Seandainya sms itu masih ada, seandainya hp yang aku punya hp bagus yang dapat screenshoot sms, sayangnya waktu itu aku masih menggunakan hp jadul. Semakin hari sms itu beralih ke blackberry messenger. Isi percakapan sudah kemana mana. Dari beberapa teman SD yang ada, hanya 3 orang yang belum kuliah, yaitu aku, dia, dan teman cowo satunya lagi. aku tak begitu dekat dengan cowo itu, aku lebih dekat dengan dia.

Aku tak mengingat banyak hal apa saja yang pernah aku lakukan selama akhir tahun di 2015. Yang ku ingat adalah masa kelam ku karena aku tak kuliah saat itu, aku mempunyai tekanan dari dalam dan luar. Tahun 2015 merupakan tahun yang sangat kelam, aku tak sanggup untuk kembali kesana. Mungkin aku gila di tahun itu, kesedihan dan kemarahan menjadi satu. Dan aku tak mempunyai teman, mereka semua sibuk dengan aktivitas barunya yaitu kuliah, dan aku ada dirumah. Aku menunggu waktu itu berakhir, tapi waktu terasa berjalan sangat lambat.

Kebodohan aku ini membuat aku di tolak kampus negeri, aku tak pintar, cuma seorang perempuan yang mempunyai kecerdasaan rata-rata. Ah, kau tau.. waktu itu aku hanya ingin kuliah negeri di jakarta (UNJ) disaat menulis ini, aku masih merasakan masa itu, sangat menyeramkan. Bahkan rasa itu semakin membuat ku takut. Jujur, aku merinding.

Disaat itu aku menjadi sensitif, sesuatu yang aku inginkan hancur seketika. Gelap, hampa, dan kosong. Mungkin itu gambarannya, tetapi ruang gelap itu tak hanya aku saja. Dia juga ada. Aku tak tau, apa yang terjadi padanya saat itu. Sebuah pilihannya untuk memilih kerja terlebih dahulu. 

Bedanya yang aku lihat adalah senyumnya yang tak pernah menunjukan kesedihan. Dia lebih kuat dari pada aku, disaat itu aku tak pernah tau seberapa sedihnya dia dalam mengambil keputusan untuk kerja atau kuliah terlebih dahulu.

Tiap hari aku chattingan dengan dia, salah satunya membahas belajar SBM bareng. Kau tau, bahwa dia meminta ku untuk membantunya dalam belajar SBMPTN, lucu sekali. Padahal aku ini sudah merasakan gagal di SBMPTN dan kali ini aku harus mengajarnya. Kehadiran dia, membuatkan ku sedikit menyadari bahwa ada sesuatu yang tak perlu di tangisi berlebihan.

Hari-hari ku bersamanya, Belajar bersama, makan bersama bahkan nonton bioskop pun bersama. Aku mulai membuat note di setiap tanggalnya, kapan aku belajar bareng sama dia, jalan bareng, makan bareng, nonton bareng, ke dufan bareng, dan dia memberikan aku hadiah di saat ulang tahun. Semuanya aku catat tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Aku tak akan menulisnya disini, karena catatan itu banyak sekali.

Hal hal yang tak terduga datang... kau ingat waktu dia mengejek ku karena aku menyukai teman sekelasnya?? cowo itu datang kerumah ku disaat aku dan dia belajar. Cowo itu memberikan aku kumpulan soal ujian mandiri di kampusnya, ku kira hanya memberikan saja dan langsung pulang ternyata tidak, dia malah bersama kami. Suasana tersebut mulai kaku, aku dan mereka. Dia pergi keluar sebentar untuk membeli data paket internet, akhirnya aku bersama cowo itu. Hening.

Setelah belajar bersama, kita pergi untuk mencari jajanan. Setelah itu, sesampai di rumah. Dia mengatakan sesuatu aku tak ingat perkataan itu, yang ku ingat hanyalah bahwa dia merasakan apa yang cowo itu rasakan dan aku telah menyakiti perasaan cowo itu. Mungkin dia tak pernah tau, kejadian apa yang telah aku alami sebelumnya, aku hanya minta maaf.

Kau tau, aku pernah merasakan namanya menelpon selama 3 jam bersama seseorang, ya bersama dia. Kejadian itu sangat lucu, pertama-tama nelpon dengan menggunakan pulsa, terlebih dahulu aku lalu disaat pulsa ku habis dia yang menelpon balik dan ternyata pulsanya habis juga. Dan lanjut telpon menggunakan wa dan line, hal yang terkonyol yang pernah ku lakukan bersama dia.

Aku ingat, masa dimana dia ada di jogja, 26 Desember 2015. Dia ke jogja, dia sedang melakukan kunjungan kampus disana sendiri. Aneh dan lucu, disaat aku menulis ini aku merasakan kelucuan tersendiri aku tak bisa berhenti terseyum. Aku merasakan kebahagian dia dari jarak yang sangat jauh, dia menceritakan semuanya saat dia berada di jogja. "Kampus ini sangat luas" sambil mengirim foto.

Malam hari, ada telpon masuk di hp ku. Ternyata dia, segera aku angkat. Aku mendengar suara kebahagiaan dia disana, menceritakan semua yang terjadi pada hari ini dari dia maupun dari ku. Lagi-lagi aku dan dia menelpon sampai larut malam.

Aku tak tau, kejadian apa yang terlebih dahulu terjadi. Kejadian saat dia sedang sakit atau kejadian saat kita berdua pergi ke dufan bareng. Saat dia sakit, untuk pertama kalinya dia meminta ku untuk menemaninya. Kau tau? bahwa saat itu aku sangat panik, sangat sangat panik. Aku takut. Aku berharap di malam itu dia cepat sembuh. Dia bilang aku seperti ibunya yang cerewet, karena dia sakit dan aku yang chat dia untuk jangan makan ini itu dan jangan lupa minum obat,


Dan untuk pertama kalinya aku menonton berdua bersamanya, agak kikuk. Waktu itu aku nonton bioskop film Boruto, anime Jepang pasti kalian tau. Kita nonton di siang hari, semalam dia kerja masuk shift malam, pulang kerumah jam 6 pagi dan langsumg tidur, karena siangnya kita mau nonton. Sejujurnya kalo dia tau, aku tak mengerti filmnya. Hmmmm sedikit ngertinya.

*Kehidupanku di awal tahun 2016*

Awal tahun ku berjalan dengan lancar. Dia kerja sedangkan aku les dengan guru SMA bersama teman ku, lalu belajar bareng lagi sama dia. Apa yang aku dapatkan ditempat les, langsung aku kasih tau ke dia. Banyak bodohnya jadi agak bersiteru dengan dia mengenai rumus matematika. Aku tak sengaja mengajak dia untuk pergi ke Dufan, tapi dia mau juga. Akhirnya kita pergi ke Dufan 26 Januari 2016. Jam 11 siang di hari sabtu, bolehkah aku bilang dia payah?? hahaha.

Dia sangat payah, bahkan bisa dibilang dia sangat cemen hahaha. Wahana pertama kali yang kita naik adalah ontang anting, karena yang lain antriannya sangat panjang. Aku ingat, kejadian itu, dimana dia bergaya dengan gaya superman setelah turun dari wahana itu, dia pusing hahahaha, sedikit mabuk sepertinya. Aku tertawa

Kita disana tidak sampai sore karena dia ingin bermain futsal pada malam hari. Wahana kedua adalah halilintar, dengan antrian yang sangaaaaaaatttt panjang. Sampai-sampai membuat video di HP nya. Sebentar tapi senang. Apa dia masih ingat ya? sepulang dari dufan aku makan bersama dia, ku kira akan makan tidak jauh dari area ancol ternyata makan di bekasi juga yang dekat rumah. Hal yang terkonyol keulang kembali, es buah di campur nuu green tea rasa madu, rasanya aneh cuma dia yang tau rasanya, aku hanya tertawa.

Hari ulang tahun ku, aku tak pernah mendapatkan hadiah dari seorang cowo, untuk pertama kalinya di usia ku ke 19 tahun aku mendapatkan kado dari dia. Dengan bungkusan kado berwarna merah, dengan tekukan kado yang tidak simetris, dan lakban putih besar yang menempel di kertas kado itu, dia datang malam malam kerumah, katanya dia ingin mengatakan sesuatu, padahal di malam itu dia ada kumpul remaja untuk membahas sesuatu di RT dia. 

Speechless, bentuk kadonya yang tak terbentuk rapih, aku tertawa dalam hati. Dia niat sekali, tapi dia payah dalam membungkus kadonya. Terima kasih atas kadonya, aku sangat menyukainya. Lain kali kalo dia membungkus kado ingin rasanya aku mengajarinya. Isi kado tersebut masih ada sampai sekarang, jangankan isinya kertas kadonya pun masih ada.

Singkat cerita, tanggal ujian SBM pun telah tiba. Aku berpisah tempat test ujiannya. Dan lagi, aku menangis karena gagal di sbm. Payahnya aku menangis di hadapannya. Lagi-lagi dia sok sokan bijak, padahal dia juga merasa sedih. Iya kan?

Setelah SBM akhirnya aku memutuskan untuk ikut ujian mandiri di UNJ, sedangkan dia mengurus berkas kuliah swasta di jogja. Sibuk dengan urusan masing masing, dan di bulan agustus..... Aku membuka web hasil ujian mandiri, dan aku diterima di kampus negeri, aku rasanya pengen nangis sejadi jadinya. dan tiba tiba, dia menelpon ku.

"Selamat ya" mungkin itu kata yang ku ingat, dia mengucapkan selamat karena aku telah lolos ujian mandiri. Aku bingung, padahal aku belum cerita ke siapa siapa, dia tau dari mana? kata terima kasih dan maaf yang gua ucapkan saat itu. Dia memang tidak daftar ujian mandiri di negeri, tapi rasanya aku bersalah karena kenapa hanya aku saja yang dapat negeri, seharusnya dia juga.

Waktu telah habis....

Perpisahan segera dimulai, menuju masa depan masing-masing. Aku dengan kampus negeri ku dan dia dengan kampus swasta di jogja.

Jaket biru itu, aku mendapatkan jaket biru yang dia punya. Dia memberikannya padaku, jaket biru yang besar, karena badan dia besar. Untuk apa? dia hanya memberikannya kepadaku dan aku menangis.


Hal-hal yang tak pernah aku lupakan bahwa ada seorang teman yang ada dalam masa kelam ku..
saat membeli nasi goreng tiba tiba turun hujan, lalu dia memberikan jaket kuningnya yang besar.
menemaninya untuk membuat skck sambil hujan-hujanan,
Banyak kejadian konyol bersama dia, tapi tak dapat ku ceritakan banyak disini. Karena cukup bagi ku menulis beberapa kejadian disini. Karena suatu saat mungkin aku lupa kalau aku tidak pernah sendiri saat itu. 

Terima kasih, Maaf kalo aku sering menangis.

Semoga kamu baik baik saja, maukah kamu bertemu dengan ku kembali ?


Aku menulis ini disaat lagi PKL di Minerba.


Jakarta, 3 Agustus 2018
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

One Ok Rock - Wherever You Are

UAS Aplikom 2016

study campus at UNPAD dan floating market